Kamis, 03 Agustus 2017

Sukses Itu Bisa Memberi Manfaat Untuk Orang Lain

Sobat fillah...
Semua orang dari semenjak belia memiliki segundang cita-cita dalam hidupnya. Banyak orang yang memiliki cita-cita menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupan.

Siapa juga yang tak ingin menjadi sukses? Semua orang tentu ingin meraih predikat satu ini. Akan tetapi terlalu sulit  mendefinisikan hakikat sukses sebab demikian banyak dan beragam cara orang memaknainya.

Ada yang memahami sukses sebagai sebuah capaian ketika seseorang memiliki harta benda yang melimpah, istri cantik, rumah dan mobil mewah, pendidikan tinggi dan bergengsi, pekerjaan mapan dan bergaji besar, atau definisi yang lain. Akan tetapi kiranya definisi semacam itu terlalu berlebihan dan kurang proporsional.

Sobat fillah, sukses itu sederhana sebenarnya, yakni dikala kita bisa menjadi lebih manfaat untuk orang lain. Maka hidup sebenarnya adalah tentang  bagaimana membagi nikmat yang kita peroleh kepada orang lain sehingga mereka merasakan kemanfaatan dari apa yang kita berikan.

Sukses adalah bagaimana dikala kita memiliki ilmu, kita bagi dan sebarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain sehingga ilmu itu bisa membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik.

Sukses adalah dikala kita memiliki harta benda berlebih, kita bagi harta itu kepada orang-orang lemah, anak-anak yatim, fakir miskin, dan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Sukses itu dikala kita mempunyai status sosial dan jabatan yang tinggi, kita bisa memakainya untuk memberikan sumbangsih kepada kehidupan, berusaha mengadakan sebuah kebijakan yang indah dan membuat banyak orang merasakan kemanfaatan.

Sukses itu adalah dikala kita hanya memiliki modal kekuatan fisik, kita gunakan kekuatan itu untuk membantu orang lain meringankan pekerjaannya, mempermudah kehidupannya, berkhidmah kepada siapa saja melalui fisiknya.

Sukses itu dikala kita hanya mampu berdoa, kita tak pernah bosan berdoa kepada Allah azza wajalla untuk kebaikan orang lain dan siapa saja.

Sukses adalah tentang apa yang bisa kita lakukan dan kita berikan untuk orang lain, untuk kehidupan, untuk agama, nusa, dan bangsa. Semua orang siapapun itu asal punya kemauan pasti bisa menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain, tentunya asal tidak dimanfaatkan.

Sehingga orang kaya, berpendidikan tinggi, serta memiliki status dan jabatan yang penting belum bisa disebut sebagai seorang yang sukses kala ia dengan potensi yang ia miliki belum bisa memberikan kemanfaatan nyata teruntuk orang lain. Sehingga kita, adalah apa yang kita sumbangkan untuk kehidupan.

Ini salah satu karakter yang disebut seorang Alim sebagai sebuah hal yang pasti dimiliki oleh seorang kekasih Tuhan (baca: waliyulloh). Maka jika seseorang ingin diangkat sebagai kekasih Tuhan, ia harus berusaha berlatih menerapkannya dalam kehidupan.

Robbana infa'na bima 'allamtana wa 'allimna alladzi yanfauna wazidna ilma.

Robbana taqobbal minna, Ya Tuhan terimalah dari kami (amalan kami).

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar