Abuya al Maliki rohimahulloh telah memberikan pengertian yang begitu relevan tentang devinisi ijazah. Beliau menyampaikan bahwa, "Ijazatuttholib ilmuhu wa naf'uhu linnas", ijazah seorang pelajar adalah ilmu dan kemanfaatannya bagi manusia.
Maka selembar ijazah yang kita raih bukanlah hakikat ijazah yang sebenarnya jika kita belum menguasai ilmu yang kita pelajari dan mampu memberikan nilai bagi kehidupan.
Meski tak memiliki ijazah, jika kita berhasil menguasai ilmu yang kita tekuni lantas mengupayakan diri menjadi pribadi yang mampu memberikan nilai bagi kehidupan. Maka menurut Abuya, justru kita benar-benar telah meraih ijazah hakiki.
Akhirnya, meraih ilmu adalah dengan mengikhtiarkan belajar dan doa sementara manfaatnya adalah dengan mengupayakan diri mendapatkan ridlo dari Sang Guru.
Sebagai santri tak ada puncak harapan dalam belajar melainkan meraih ridlo dari Sang Guru, serta mendapatkan ilmu yang manfaat dan berkah sehingga bisa memberikan nilai bagi kehidupan.
رب فانفعنا ببركتهم و اهدنا الحسنى بحرمتهم
Tidak ada komentar:
Posting Komentar