Sobat fillah...
Kini kita memasuki zaman yang orang-orang ikhlas penggiat amar ma'ruf nahi mungkar justru menerima sekian hujatan, sekian fitnah dan tuduhan. Dan disisi lain para penjual agama begitu dipuja, mendapatkan pengikut, dan dukungan.
Kini kita memasuki sebuah zaman yang sekian banyak hal bisa ditaklukkan dengan uang dan kekuasaan, padahal melanggar ketentuan yang telah di buat oleh Tuhan.
Kini kita memasuki zaman yang banyak pihak merasa bangga kala dikunjungi oleh seorang penguasa yang padahal orang itu telah dan akan menginjak-injak harga diri dan kemuliaan kita.
Kini kita memasuki era yang banyak orang-orang lugu -untuk tidak mengatakan dungu- ditipu dengan sosok-sosok manusia bergaya bunglon dengan dukungan pencitraan media yang demikian dahsyat.
Kini kita menginjak zaman yang banyak orang berkedok agamis membawa misi pendangkalan aqidah yang semakin terasa ironis. Banyak orang berbulu domba dan berhati serigala bertebaran dimana-mana.
Kini kita memasuki zaman yang orang kita sendiri tak membanggakan ajarannya, mengaggapnya angin lalu, bahkan berusaha menghapusnya dari tengah masyarakat. Dan di sisi lain justru mengagungkan sekian ajaran orang-orang kafir.
Kini kita memasuki zaman yang bahkan banyak orang kita bergandengan tangan sangat hangat dengan orang-orang yang sampai kapanpun punya misi terselubung untuk menarik kita menjadi bagiannya. Sementara terus saja mengadakan permusuhan dengan saudara.
Inilah zaman fitnah yang telah diprediksi hadirnya oleh Rasulillah sekian abad yang lalu. Mari renungi Sabda Kinasih yang artinya seperti berikut ini:
"Bergegaslah beramal shaleh, (sebab) akan terjadi fitnah-fitnah layaknya penggalan-penggalan malam gelap gulita. Pada waktu pagi seseorang masih beriman, sore harinya ia telah menjadi kafir. Atau pada waktu sore seseorang masih beriman, pagi harinya ia telah menjadi kafir. (Itu sebab) ia menjual agamanya dengan harta benda dunia ( yang bernilai rendah)."
“Hampir saja umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya”. Lalu seseorang bertanya, ”Apakah kami pada waktu itu sedikit ?”. Beliau menjawab,”Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian seperti buih, yaitu buih banjir. (Pada waktu itu) Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan ke dalam hati-hati kalian al-wahn (kelemahan)”. Orang tadi bertanya lagi,”Wahai Rasulullah, apakah al-wahn itu ?”. Beliau menjawab,”Cinta dunia dan takut mati”.
Semoga kita diselamatkan dari arus fitnah yang semakian mengerikan ini.
Allahumma inni a'udzubika min adzabi jahannam, wa audzubika min adzabil qobri wa audzubika min fitnatil masihiddajjal wa audzubika min fitnatilmahya wal mamat.
Robbana taqobbal minna, ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).
Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar