Kamis, 03 Agustus 2017

Belajarlah Ilmu Lalu Sebarkan

Sobat fillah...
Proses ilmiah itu seharusnya melalui tiga tahapan, tahap awal yakni bagaimana mencari ilmu, selepas itu disusul langkah praktis, dan di dalam langkah praktis ada sisi yang begitu penting yakni tahapan menyebarkannya.

Sebab seseorang dengan ilmunya yang sedikit dikala ia tak bisa mengambil manfaat darinya, maka dikala ia berilmu banyak ia akan lebih kesulitan untuk memanfaatkannya. Maka antara ilmu dan usaha mengamalkannya harus berjalan beriringan agar tercipta sebuah kemanfaatan. Tentu saja sesanggup yang kita mampu.

Namun kadang kita demikian semangat dalam mengkaji sebuah ilmu. Berusaha untuk tekun belajar agar bisa menjadi manusia lebih baik lagi. Akan tetapi dalam ranah praktis kita seringkali gagal melaksanakan sekian ajaran dan idealisme agama yang berpayah-payah kita pelajari.

Maka jangan pernah menyerah dan putus harapan. Teruslah semangat dalam menambah pengetahuan, dan tugas selanjutnya adalah menyebarkannya. Tak perlu pedulikan reaksi orang terhadap kita.

Bisa jadi ada orang yang komentar dan mencibir, "Heh, Elu pinter ngomong doang", atau " Heh, ngaca dong diri elu masih belepotan gitu hobi ngajarin orang". Maka tetaplah santai nan elegan.

Berbicara memang demikian mudah tak seperti dalam langkah praktisnya. Tapi apa salahnya berbicara tentang kebaikan meski diri kita belum mampu melaksanakannya secara utuh. Seseorang yang berbicara mengenai tema kematian toh tak harus lebih dahulu merasakan yang namanya kematian. Pun seseorang yang berbicara tentang pernikahan juga tak harus sudah punya seorang istri idaman. Sebab ilmu demikian menuntut kita untuk mengamalkannya dan termasuk bagian penting dari pengamalan adalah menyampaikannya, menyebarkannya.

Kita hanya dituntut untuk menyampaikannya. Dan yang Maha menggerakkan hatilah yang akan menuntun seseorang kepada petunjuk. Sehingga yang perlu kita lakukan adalah menjalankan proses dan mentawakkalkan hasil kepada Allah Sang Maha. Dan jika misi ini berhasil, kita akan meraih hadiah yang lebih menggiurkan dari sekedar onta kemerah-merahan.

Akhir catatan, Semoga Ramadlan kali ini bisa memberi kita iluminasi, nazhrah, dan keberkahan. Mendidik kita menjadi sosok Rohilah seperti yang pernah disampaikan Sang Kinasih, Aamiin.

Robbi zidni ilma, Ya Allah tambahilah untuk kami ilmu (yang bermanfaat).

Robbana taqobbal minna, ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar