Kamis, 03 Agustus 2017

Ikhtiar dan Bertawakkallah

Sobat fillah...

Seseorang sudah punya garis hidupnya masing-masing. Apa yang kita usahakan mati-matian untuk meraih sesuatu takkan pernah menambah dari kadar yang telah digariskan oleh Allah ta'ala.  Apa yang kita usahakan untuk menghindar dari sebuah hal pula takkan pernah membuat kita berhasil lari darinya. Takkan ada yang bisa memberi kala Allah menghalang-halangi, dan takkan ada yang bisa menghalang-halangi kala Allah hendak memberi.

Duhai diri, ingatlah bahwa kerjamu mati-matian sehari semalam takkan pernah menambah dari jatah rizqi yang Allah berikan. Keenggananmu untuk mendapatkan rizqi yang melimpah, usaha orang lain untuk menghalau rizqimu, atau hal lain yang sepertinya mencoba menghalangimu juga takkan pernah bisa membuat kau terhalang kala Allah ingin kau menjadi kaya nan hartawan.

Belajarmu mati-matian hingga kau jarang tidur juga takkan pernah menambah ilmumu. Dan keenggananmu untuk menjadi berilmu atau usaha pembodohan yang dilakukan orang lain terhadapmu, atau hal-hal lain yang hadir untuk menghalangimu meraihnya juga takkan pernah membuatmu terhalang kala Allah menghendaki memberimu ilmu yang melimpah.

Maka apapun usaha kita, hasil yang kita dapatkan adalah murni kurnia dari-Nya. Bukan sama sekali hasil dari usaha kita. Masya Allah La quwwata illa billah. Ma qudiro yakun, apa yang ditentukanlah yang akan ada.

Jika ada orang yang mencoba menyakitimu, atau bahkan membunuhmu, ia takkan pernah berhasil menyakitimu atau membunuhmu kecuali Allah kehendaki kau tersakiti atau terbunuh. Mulut orang yang berkata menyakitkan padamu sebenarnya juga takkan mampu bergerak menyakitimu kecuali Allah telah hadir menggerakkannya.

Dengan seperti ini seseorang takkan pernah merasa susah kala kehilangan apa saja yang ia usahakan, kala ia tertimpa sebuah hal yang menyakitkan. Ia takkan sedih dengan segala apa yang meleset dari program kehidupan yang ia rencanakan. Tentu saja sebagai manusia kita harus terus berikhtiar melakukan usaha-usaha. Selebihnya cukup pasrah total dengan Sang Maha. Yakin, ridla, dan terus husnuzzhon kepada-Nya.

Kita ini siapa? Kita hanya seorang makhluk yang tak punya kuasa apa-apa. Beruntung Tuhan masih sudi menciptakan kita, menaruh kita di muka bumi dan tak henti memberikan sekian kenikmatan-Nya kepada kita.

Padahal ibadah sebaik apapun dari semua makhluk takkan pernah membuat Allah bertambah Perkasa. Dan kemaksiatan sekeji apapun dari mereka pula takkan pernah mengurangi ke-Maha-annya sedikit saja.

Sangat berhak bagi Allah untuk menjebloskan seorang ahli ibadah ke neraka dan memasukkan seorang pemaksiat ke surga. Bahkan untuk membayar nikmat satu biji mata saja ibadah kita seumur hidup takkan pernah mampu membandinginya, kenapa pula tak pantas jika ahli ibadah dijebloskan saja ke neraka.

Akan tetapi Allah adalah Tuhan yang rahmatnya seluas apa saja. Ia akan mengasihi orang yang mau beribadah kepada-Nya, mau berpasrah dan ridla terhadap apa saja yang dikehendaki-Nya. Ya Allah kasihanilah hamba.

Allahumma la mani'a lima a'thoyta wala mu'tiya lima mana'ta wala yanfa'u dzal jaddi minkal jadd.

Allahumma la taj'al mushibatana fidinina wa la taj'aliddunya akbaro hammina wa mablagho ilmina wala tusallith 'alaina man la yarhamuna.

Robbana taqobbal minna, ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).

Salam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar