Abi, adalah sebuah rejeki bisa bertemu dengan sosokmu. Sosok yang hanya dengan memandangi wajahmu saja bisa membuat hatiku tenang dan tentram. Yang dengan mengikuti taklim denganmu segala gundah gulana lenyap entah kemana. Yang berjamaah shalat dan dzikir bersama samahahmu jiwa terasa sejuk dan lapang.
Abi, sosok kyai yang begitu low profil. Menebar senyuman kemana-mana. Menghadiri undangan dari siapa saja datangnya. Tak terbedakan entah dari si miskin atau si kaya.
Abi, sosok Kyai yang amat perhatian dan tahu persis karakteristik tiap santri. Punya kasih sayang yang amat besar kepada mereka. Betapa mesantren empat tahun diri ini kenyang dengan makanan hati dan raga. Sekian puluh santri, kebutuhannya ditanggung oleh beliau semua.
Abi, sosok Kyai yang amat Dermawan. Mendermakan jiwa raga dan apa yang ia punya untuk meraih ridla-Nya. Bolak balik Surabaya Malang tiap pekan dari dulu sekali sampai entah kapan.
Tak jarang para Santri atau jamaah seringkali mendapat uang berkah dari beliau. Maka jika semacam itu, para santri lebih memilih menyimpannya sebagai kenang-kenangan, di simpan rapi di lipatan dompet agar mengundang teman-teman.
Abi, yang bahkan rambut potongan beliau saja banyak dipesan pecinta demi bertabaruk dengannya. Tak terkecuali aku. Minuman seteguk dari beliau selepas taklim jadi sesuatu yang diperebutkan.
Abi, yang setiap senin pagi, menciumi punggung tanganmu adalah momen pekanan yang amat ditunggu pecinta.
Abi, betapa lembut suara Qum-mu di sepertiga malam adalah suara yang aku rindukan. Ketika raga tak lagi disana. Lalu seperti biasanya selepas melalui microfon Engkau membangunkan kami, maka suara derap langkahmu yang mengayun gagah adalah derap yang kini aku kangenkan.
Abi, kau adalah jelmaan Abuya bagiku yang tak pernah bersua. Sebab Abuya yang selalu kau ceritakan di hampir setiap kesempatan seluruhnya aku temukan disosokmu.
Abi, empat tahun adalah waktu yang amat sedikit untuk bermulazamah dengan kemuliaanmu. Namun semoga keberkahannya takkan henti mengalir hingga meninggalku.
Abi, akuiku sebagai santrimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar