Minggu, 06 Agustus 2017

Menjalin Hati dengan Berbagi

Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang dengan begitu elegan. Agama yang mendidik pemeluknya untuk terus memiliki kepekaan sosial yang baik.

Kita temukan di dalam Islam sebuah rukun Islam yang bernama Zakat. Yakni pengeluaran sekian harta untuk di bagi kepada sekian entitas yang di pandang oleh agama sebagai yang berhak dengan mekanisme tertentu.

Sementara rukun Islam adalah hal yang fundamental di dalam Islam. Maka jika zakat tiada kita keluarkan, kita dipandang belum sempurna dalam melakukan pengabdian kepada Tuhan.

Dikala kita dikaruniai seorang momongan, maka ajaran Islam menyuruh kita untuk menyembelih seekor atau dua ekor kambing lalu memasaknya untuk dibagi-bagi kepada orang-orang.

Ibadah ini sering disebut sebagai Aqiqah. Sebentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah dengan wujud menyenangkan orang lain dengan berbagi.

Kita juga mengenal Istilah Adlhiyyah, atau berkurban. Yakni sebuah seremonial penyembelihan hewan Qurban selepas menjalankan Shalat Idul Adha.

Sebuah pesta umat tahunan yang amat ditekankan untuk dijalankan. Sebagai sebuah wujud kepedulian dengan sesama, terlebih kepada mereka yang kurang beruntung nasibnya. Sekian bulan tak mampu membeli lauk kecuali tempe dan tahu, maka di saat inilah mereka akan merasakan bahagia dan bersyukur bisa merasakan nikmatnya daging kambing, sapi, ataupun onta.

Islam juga amat menekankan pentingnya menjalin hati dengan cara makan-makan. Menjalin hati dengan tetangga salah satunya adalah dengan berbagi makanan. Pesan Nabi jika masak alangkah baiknya jika kuahnya diperbanyak agar tetangga bisa turut merasakan kelezatannya.

Menjalin hati dengan para tamu, memuliakannya salah satunya dengan cara menyediakan makanan. Sampai kualitas Iman seseorang masih dipertanyakan jika tidak menjalankannya.

Kita juga mengerti bahwa salah satu hal yang dipesankan oleh Rasulullah kepada para Sahabatnya selepas hijrah adalah Berbagi makanan. Maka mentraktir teman atau saudara adalah hal yang semenjak dulu di syariatkan.

Ya, dengan berbagi, cinta dan kasih sayang antar sesama akan tumbuh bermekaran. Apa lagi kesenangan dunia ini yang disukai oleh umumnya orang jika bukan makan-makan yang enak. Maka menumbuhkan cinta dengan makanan adalah hal yang patut diperjuangkan.

Ya, kita harus selalu mengerti dan sadar, bahwa di dalam harta kita tersimpan hak orang lain yang mestinya di tunaikan. Hak saudara, teman, tetangga, kerabat, tetamu, dan saudara seiman siapa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar