Kamis, 03 Agustus 2017

Aturan Allah untuk Akhirat Yang Lebih Indah

Sobat fillah...
Dimanapun kita berpijak, kita akan berjumpa dengan sekat-sekat yang bertebaran dimana-mana. Sekat-sekat itu sebenarnya adalah isyarat bagi seseorang agar jangan sampai melewatinya. Sebab disana semestinya ada sebuah hal yang membahayakan bagi dirinya.

Mungkin kita pernah jalan-jalan bersepeda menuju suatu tempat, di tengah perjalanan di pertigaan tetiba kita melihat tulisan besar, "Maaf jalan ditutup". Akan tetapi meski kita telah membacanya, kita masih saja bandel untuk mencoba terus saja maju. Sehingga pada akhirnya kita baru puas dan percaya kala kita benar-benar mendapati jalan disana memang sedang ditutup. Yang pada akhirnya dengan terpaksa kita mesti putar balik lagi. Bisa jadi jika kita ngotot menerobos kita akan terjatuh dalam jurang.

Ya, hidup ini memiliki sekian tata tertib, sekian aturan, sekian undang-undang yang semua itu dibuat bukan untuk mengekang kebebasan seseorang. Namun justru demi kebaikan bersama dan demi keselamatan diri sendiri.

Begitu juga kapasitas seseorang sebagai makhluk Tuhan, Allah juga membuat sekian tata tertib dan undang-undang bagi manusia dalam menjalani tugasnya didunia. Semua itu diformat demi kebaikan manusia itu sendiri.

Seseorang di dunia ibarat pasien yang sedang sakit di tangan seorang dokter. Di kala si pasien ingin suatu hal yang berbahaya bagi dirinya, dokter akan melarangnya sampai ia sembuh. Seorang mukmin juga seharusnya maklum bahwa di kala ia menginginkan suatu hal seperti yang di berikan Allah kepada orang lain, justru Allah melarangnya sampai ia meninggal dunia lantas Allah akan masukkan ia ke dalam Surga.

Dunia ini adalah bui bagi mukmin dan surga bagi kafir. Seseorang yang mendekam dipenjara memang akan merasakan kehidupan yang sumpek dan memprihatinkan, akan tetapi semua takkan berlangsung lama, di depan ada surga yang siap memanjakannya.

Memang terkadang kita merasa bahwa aturan-aturan yang dibuat Tuhan begitu membatasi gerak-gerik dan kebebasan kita. Kita seolah tak begitu bebas untuk berekspresi. Sedikit bergerak kita akan mendengar "peluit peringatan" dari Tuhan. Tapi inilah hidup. Seperti inilah format yang Allah suguhkan sebagai sebuah bahan percobaan bagi manusia. Percobaan tentang iman.

Jika ia lulus ia akan memeroleh hadiah yang begitu menggiurkan, tentu saja kelak diserahkan di kehidupan yang sebenarnya. Akhirat. Namun jika ia tak lulus, maka ia akan menjalani kehidupan selanjutnya dengan proses yang lebih menjerat dari sekedar aturan dan undang-undang. Maka surga tak bisa diperoleh hanya dengan cuma-cuma. Namun ia mesti kita bayar dengan keringat, tenaga, materi, dan apa saja.

Allahumma inni as'alukal jannata wa a'udzubika minannar. Ya Allah aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung dengan-Mu dari neraka.

Robbana taqobbal minna, ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar