Sobat fillah..
Kala kita merasa bahwa ada cerita hidup yang kita lalui tak seperti apa yang kita dambakan. Maka ingatlah Allah, dan berfikirlah positif kepada-Nya. Bisa jadi inilah cerita yang terbaik yang mesti kita lalui dalam kehidupan yang selintas ini.
Memang dalam hidup seharusnya kita memiliki asa dan harapan agar hidup terus terarah menuju kemajuan. Tapi jangan lupa bahwa asa dan harapan paling utama yang mengalahkan segalanya adalah suksesnya kita melalui sekian rentetan perjalanan hidup seusai kita meninggal dunia.
Maka jika ada asa dan harapan selain itu yang lenyap, hilang, dan tak mendapatkan acc kun Allah azza wajalla, kita tak perlu lagi merasa menjadi manusia yang gagal menjalani kehidupan. Teruslah berusaha yang terbaik dan ridlolah dengan apa yang diberikan-Nya.
Sebab Iman itu berarti pasrah. Pasrah terhadap sekian drama yang di format oleh Sang Maha Merajai segala apa. Pasrah terhadap apa yang digariskan, direjekikan kepada kita. Dengan terus mengungkapkan kesyukuran yang tak hanya di lisan. Tapi terimplementasi melalui laku dalam menjalani kehidupan.
Jika suatu saat kita ingin menjadi seorang kaya raya, maka tak perlu merasa galau jika Allah gantikan hal itu dengan hati yang qanaah terhadap apa saja.
Jika suatu saat kita bercita-cita menjadi seorang pakar dalam sebuah bidang. Maka berbahagialah jika Allah gantikan itu semua dengan keimanan yang mengakar di dalam hati dan jiwa.
Bersedihlah kala Allah mencabut rasa qanaah kita dan menggantinya dengan harta benda dunia. Dan susahlah dikala Allah menukar keimanan dengan keilmuan akal pikiran belaka.
Dunia memang terlihat hijau dan melenakan. Membuat sepasang mata yang melihatnya tersihir tak karuan. Tapi ingatlah semua itu takkan berlangsung lama. Semua akan ada batasnya. Dan hidup kekal hanya nanti selepas kita diwafatkan-Nya. Maka bersedihlah kala Allah menukar akhirat kita dengan duniawi. Dan bergembiralah jika Allah mengganti dunia dengan keindahan ukhrowi.
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar