Kamis, 03 Agustus 2017

Berproses Untuk Lebih Baik

Sobat fillah...

Agama memang kokoh. Sehingga memasukinya butuh proses yang tak sebentar. Tetapi memang seharusnya terus diusahakan. Karena Allah melihat usaha yang kita ikhtiarkan. Kita harus tetap berusaha menerobos masuk, tentu saja dengan pelan-pelan.

Jika dulu kita masih sering meninggalkan sholat, sholat kita masih belum bisa genap. Bukankah seseorang seharusnya terus berusaha untuk memperbaiki semua itu pelan-pelan sehingga bisa genap 17 rakaat sehari semalam.

Jika dulu kita masih bandel untuk mengenakan jilbab, memakainya hanya kala ingin pergi halal bihalal. Dan mungkin juga kala sholat idul fitri saat lebaran. Bukankah akan demikian indah jika kita terus belajar mengenakannya kapan dan dimana saja, tidak lagi kapan-kapan.

Jika kita dulu masih belum mampu berpuasa Ramadlan full sebulan. Masih sering tergoda oleh teman, tergoda warung yang buka di jalan-jalan. Tidakkah akan semakin elegan jika kita berusaha meningkatkannya di Ramadlan edisi sekarang?

Semua itu memang tak mudah. Apalagi memang ada nafsu yang bermain menggelitik diri untuk melakukan hal yang keji. Tapi Setan, jangan lagi kau salahkan sebab kini mereka katanya sedang dipenjarakan.

Semua itu memang berat. Ditambah iming-iming pahala yang tak pernah sama sekali Tuhan wujudkan dalam materi kasat mata. Maka jangan heran, jika seseorang lebih ringan melangkahkan kaki berjalan menuju tempat tahlilan dari pada harus pergi jum'atan. Sebab tahlilan menjanjikan 'pahala' yang kasat mata berupa makan-makan. Sementara jum'atan 'hanya' menjanjikan pahala yang wujudnya tak pernah kita lihat sebelumnya.

Jika saja manusia dilihatkan surprise yang dijanjikan Tuhan itu, barangkali semua orang akan bersaing dan berebut menyuguhkan sekian amal andalan.

Ramadlan adalah bulan untuk memperbaiki segalanya. Bulan untuk melatih segala apa. Sahur melatih kita untuk bangun pagi untuk munajat, meski latihannya cukup menyenangkan, yakni kita di minta makan-makan. Puasa melatih hati dan jiwa demi melejitkan empati dengan sesama. Tarawih mengajarkan tentang memperbanyak melakukan sholat sunnah menyempurnakan fardlunya. Dan segala hal yang semuanya adalah kurikulum bagi mukmin yang telah dikonsep sedemikian rupa dengan sekian hikmahnya.

Ya Allah, beri aku kekuatan untuk terus istiqamah dalam menjalankan ketaatan. Ya mutabbital qulub, tsabbit qolby 'ala dinik.

Robbana taqobbal minna, ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar