Sobat fillah...
Ada sebuah pernyataan bahwa, ilmu mudah di ditemukan namun khidmah tak semudah itu ditemukan. Al Ilmu yudrok wal khidmatu la tudrok.
Memang khidmah adalah sebuah aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang berusaha mengikis ego yang ia miliki. Oleh karena setiap orang memiliki ego yang biasanya membuat ia tak mau mendahulukan orang lain dan sering ingin menang sendiri.
Akan tetapi yang sering kurang pas adalah memahami khidmah sebagai sebuah aktivitas yang lebih mengandalkan fisik. Padahal jika kita mau mengerti, bahwa cakupan khidmah tidak sesempit itu. Bahwa khidmah yang mengandalkan pikiran justru sebuah hal yang mesti di usahakan.
Seseorang sebagai pelajar berusaha meraih ilmu sebanyak-banyaknya juga adalah bagian khidmah yang luar biasa. Seseorang sebagai seorang penghafal al-Qur'an sehingga ia berusaha terus menjaga hafalannya juga adalah khidmah yang tak bisa diremehkan. Seseorang yang konsisten menekuni apa yang ia lakukan sehingga mampu menghasilkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan juga adalah sebentuk khidmah yang perlu di ikhtiarkan.
Karena seseorang yang tak memiliki takkan bisa memberi. Faqidussyai' la yu'thi. Karena seseorang yang tak punya keahlian apa-apa takkan bisa menyuguhkan khidmah apa-apa. Maka belajar maksimal untuk meraih apa-apa jika itu dilandasi keikhlasan adalah bentuk khidmah yang luar biasa. Tentu saja setelah itu perlu dipikirkan bagaimana semua itu bisa bermanfaat bagi kehidupan!
Robbana taqobbal minna, ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).
Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar