Rabu, 16 Desember 2020

Untuk apa musibah-musibah ini?


Semua yang menyakitkan bagimu .. harta benda yang berkurang, kesehatan terganggu, anak-anak tak seperti yang di harapkan, istri tak seperti yang di damba, suami tidak seperti yang di idamkan, pendapatan sedikit, situasi tak bersahabat, semua yang menyakitkan, semua yang membuatmu lelah, semua yang kau keluhkan..

Buat apa hal-hal yang menyakitkan ini?
Kenapa hidup semuanya tidak berupa harta yang melimpah, keindahan, kelapangan dan kesentosaan?
Kenapa harus ada ketakutan?
Kenapa harus ada kemiskinan?
Kenapa ada kematian?
Kenapa ada kegalauan?
Kenapa ada kesedihan?

Jawabannya:
Mobil kenapa dibuat?
Agar dia bisa melesat berlari
Bukankah disana ada rem?
Jadi remnya bertolak belakang dengan tujuan pembuatan?
Mobil dibuat agar bisa berlari akan tetapi ada rem yang menghalanginya berlari.

Rem itu bagus apa jelek?
Bagus, sebab rem bertujuan agar mobil itu selamat, penumpangnya selamat, dan keberlangsungan fungsinya

Kalau kita sudah paham bahwa sakit dan segala hal yang menyakitkan bagimu, segala musibah yang menyebalkan, semua kerisauan yang mencengkram hatimu, segala rasa takut, kemiskinan, kehilangan kemerdekaan, rumah tangga yang menyusahkan, istri yang membuat galau, anak-anak yang menyusahkan hati, segala rasa takut pada hal yang lebih darimu ..
Segala hal yang menyakitkan yang di alami oleh manusia, ia layaknya rem bagi kendaraan. Jika saja tidak ada rem, kendaraan dan penumpangnya tiada akan selamat.

Contoh yang lain:
Seorang anak kecil, kebahagiaannya bersama ibunya, ia kenyang bersama ibunya, merasa aman bersama ibunya, bersih dan wangi bersama ibunya, pakaiannya bersih bersama ibunya, ia akan selalu merasa bahagia jika bersama ibunya, jika ia meninggalkan tangan ibunya dan berlari, harus ada anjing yang menggonggong padanya sampai ia kembali ke pangkuan ibunya

Contoh ketiga:
Seorang anak kelas 4, berkata kepada ayahnya suatu kali: "Aku tak suka sekolah" lalu ayahnya menimpali: "ya sudah tinggalkan saja, anakku!!"
Ia akhirnya benar-benar tak berangkat sekolah, tidur sampai siang, bersantai ria, tak punya kegiatan, tak punya rutinitas, tak punya apa-apa, ia hanya bermain dengan teman-temannya, setiap hari kerjaannya hanya dari toko ke toko, dari kolam renang ke kolam renang, dan dari bioskop ke bioskop.

Ketika ia besar ia mendapati dirinya berbeda dengan teman sebayanya, tak punya pekerjaan, tak punya ketrampilan, tak bisa menikah, tak punya rumah, kerjaannya hanya keluar ke jalanan, miskin, kelaparan, kondisinya mengenaskan.

Ia marah kepada ayahnya dan berkata kepadanya: Ayah, kenapa engkau setuju ketika aku meminta untuk tidak sekolah?
Meninggalkan belajar?
Kenapa kau tidak pukul saja aku?
Kenapa kau tidak bersikap keras saja kepadaku?
Kenapa kau tak memarahiku?

Seperti inilah falsafahnya musibah..

Kau harus tak merasa jengkel dan amarah dikala musibah menyapa
Karena musibah sejatinya adalah rahmat dan kasih sayang dari Allah, akan tetapi ia merupakan rahmat yang tersembunyi
Musibah adalah pintu menuju Allah, yang Allah arahkan padamu karena Ia mencintaimu.

Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar