Jumat, 25 Desember 2020

RAHMAT ALLAH




Ada seseorang yang memiliki kecerdasan yang amat hebat. Sekali baca teks ia langsung hafal. Hingga titik komanya dia hafal. Hal itu membuatnya merasa hebat. Muncul sifat bangga diri pada hatinya. 

Sampai suatu hari ia kehilangan penglihatannya. Hal itu membuatnya memerlukan bantuan orang lain ketika ingin mendengar dan memahami suatu ilmu. Dan seketika menyadarkannya. Penyakit bangga diri dan sombong yang dulu muncul pada saat itu langsung lenyap begitu saja. Ia bersyukur diingatkan oleh Allah dan ridlo terhadap ketentuan-Nya yang membuatnya rendah hati tanpa penyakit hati.

Maka wujud rahmat Allah itu beragam. Terkadang Allah memberikan rahmat dengan bentuk yang kelihatannya tidak mengenakkan. 

Seseorang yang di beri sakit, hal itu juga merupakan rahmat Allah sehingga ia bisa menyadari kelemahan diri. Kembali mengingat kebesaran Allah. Beristighfar dan bertaubat, kembali pada-Nya.

Allah adalah Robb sekalian alam. Ia bebas melakukan apa saja yang Ia kehendaki. Ada kaya miskin, sakit sehat, bahagia sedih, pintar bodoh, tampan jelek, galau atau ceria, dicintai atau di benci, dirindukan atau dilupakan, sukses ataupun gagal, dan lain-lain semuanya adalah urusan Allah. Ia berhak mengatur alam ini dengan kehendak-Nya. Dan semua itu merupakan bentuk implementasi dari rahmat Allah

Rahmat Allah didapatkan tidak hanya oleh orang mukmin saja. Allah adalah Rabb sekalian alam. Maka jangan beranggapan bahwa orang kafir tidak mendapatkan rahmat-Nya. 

Jika ada orang kafir sukses dan hidup enak, kemudian di sisi lain ada orang mukmin yang hidupnya sengsara, sulit ekonomi. Maka pada hakikatnya kedua orang tadi dalam curahan rahmat Allah. Buktinya banyak keadaan terjepit, terjatuh, sengsara, yang justru memudahkan seseorang menjadi hamba yang dekat dengan Allah

Bahkan rahmat Allah masih di berikan kepada orang kafir nanti ketika di akhirat. Mereka tidak akan dizalimi sama sekali. Sebab Allah punya rahmat yang berupa keadilan. Dan bentuk keadilan Allah pada orang-orang kafir adalah dengan masuknya mereka ke neraka. 

Maka pada dasarnya tidak mengapa mendoakan orang kafir ketika ia meninggal dunia agar ia mendapat rahmat. Sebab salah satu bentuk rahmat adalah keadilan Allah yaitu memasukkan orang kafir ke neraka.

Cairo, 25 Desember 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar