Al Imam Laits Bin Saad Bin Abdurrahman al Fahmy, Imamnya Ahli Mesir, seorang Mujtahid Madzhab yang satu kurun dengan Imam Malik. Sahabat Imam Malik. Sosok Ulama kaya raya. Menunaikan shalat fardlu berjamaah selalu dengan berkendara.
Ia miliader yang amat terkenal dengan kedermawanannya. Bahkan sepanjang hayat, ia tidak pernah berkewajiban membayar zakat sama sekali. Sebab setiap kali harta benda datang, ia selalu membelanjakannya untuk orang-orang.
Setiap hari tidak kurang 300 orang miskin ia beri makan. Menunya yang di suguhkan istimewa seperti daging. Dan ia tidak makan baik siang ataupun malam kecuali bersama mereka.
Jika di total setiap tahun ia bisa membelanjakan hartanya hingga 20.000 dinar lebih (sekitar 65 Milyar). Membagi-bagikan hartanya pada siapa saja. Tiada orang yang meminta kecuali ia beri. Tiada orang yang membutuhkan sesuatu, kecuali ia penuhi kebutuhannya.
Suatu hari ada ibu-ibu yang anaknya sakit datang memintakan madu untuk anaknya. Maka ia menyuruh pembantunya agar mengambilkan untuknya 120 ritl madu.
Jika bepergian dengan memakai kapal, ia akan berangkat dengan tiga armada. Satu untuk memasak, satu untuk keluarga, dan satu lagi untuk para tamunya.
Suatu saat rumah milik karibnya terbakar sehingga kitab-kitab miliknya lenyap ditelan api. Maka ia mengirimkan untuk karibnya itu 1000 dinar. (Sekitar 3 Milyar)
Dikala berhaji, Imam Malik mengirimkan untuk ayahnya sepiring kurma muda. Lalu Imam Laits mengembalikan piringnya dengan menaruh diatasnya uang 1000 dinar.
Pada saat wafat. Tiada orang yang tahu akan kewafatannya kecuali ia bersedih. Semua orang merasa kehilangan sosok dermawan yang tiada dua hingga mereka mengatakan: "kamu takkan menjumpai orang yang sepertinya!"
Ada yang mengatakan bahwa ia termasuk dari wali Abdal. Benar saja, karena Maqam wali Abdal hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki rasa kasih sayang dan kedermawanan yang tinggi.
Darrasa, 10 Desember 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar