Rabu, 16 Desember 2020

Tolak Ukur Kecintaan Allah Kepada Kita

Seseorang terkadang menduga ketika Allah membuatnya kaya, memberikan nikmat sehat padanya, merejekikan rumah megah, kendaraan mewah, punya istri dan anak... menduga bahwa Allah mencintainya.

Orang lain Allah buat ia terhalang, rumahnya kontrak, gajinya tidak mencukupi kebutuhannya, ia tak punya kendaraan, pernikahannya tak berujung bahagia, ia punya anak tapi durhaka.. ia menyangka kalau Allah menghalanginya dan tidak mencintainya.

Dua makna itu keduanya mutlak tidak benar

Allah ta'ala berfirman:
﴿فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴾
"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”

Ini kata orang yang di beri rejeki oleh Allah, seperti ini anggapan dan dugaannya.

Lantas Allah berfirman:

﴿وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴾
Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.”

Ini perkataan orang yang pendapatannya sedikit, dia berkata: Allah telah menghinaku.

Jawaban telak dari Allah ta'ala untuk keduanya: Sekali-kali tidak!

Artinya, wahai hamba-hambaku, ini semua katamu, ini semua klaim sepihak darimu, pemberianku bukan berarti kemuliaan bagimu, dan tiada memberiku bukan berarti aku benci kepadamu. Pemberianku adalah cobaan dan ketiadaan memberiku adalah obat.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: 
(( لو أن الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى الكافر منها شربة ماء ))
Jika saja dunia ini disisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk maka Allah tiada akan memberi minum orang kafir seteguk air.

Maka jika ada seseorang yang menikmati kesehatan, bergaji besar, punya rumah, istri dan anak-anak yang membuatnya bahagia, semua itu jelas adalah nikmat dari Allah. Akan tetapi anggapan bahwa Allah memberikan semua itu karena Ia mencintainya maka jawabannya adalah: Sekali-kali tidak!

Sebagian orang berkata: Sesungguhnya Allah ketika mencintai seseorang, Allah akan memperlihatkan kekuasaan-Nya. Maka orang ini berwisata ke barat dan timur keliling dunia, melakukan sekian ragam kemaksiatan dan dosa, lalu ia menduga bahwa Allah mencintainya karena Ia memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada-Nya. Jawabannya adalah: Sekali-kali tidak!

Allah itu memberikan dunia kepada orang yang ia cintai dan juga yang tidak ia cintai

Memberikannya kepada Qarun padahal Allah tidak mencintainya
Memberikannya kepada Nabi Sulaiman dan Allah mencintainya
Memberikannya kepada Fir'aun padahal Allah tiada mencintainya
Dan memberikannya kepada Sahabat Abdurrahman bin Auf dan Ia mencintainya

Maka dunia ini tak bisa dijadikan tolak ukur kecintaan Allah atau ketidakcintaan-Nya

Allah mencintaimu, jika kau taat kepadaNya
Mencintaimu, jika kau mengenal-Nya
Mencintaimu, jika kau senantiasa istiqamah di jalan-Nya
Mencintaimu jika kau berbuat baik dengan sesama. Semacam itulah Allah mencintaimu.


Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar