Minggu, 12 November 2017

Ayo Semangat Talaqqi

"Jangan kau ambil ilmu dari lembaran-lembaran. Dan jangan pula kau ambil Al-Qur'an dari Mushaf."

Sebab buku-buku tiada memiliki lisan, tiada memiliki ruh. Sementara di dalam buku pasti ditemukan musykilah. Sehingga membuatmu tiada bisa sampai kepada hal yang dicari. Yang bisa menyampaikanmu kepada hal yang kau cari adalah seorang Guru/Syeikh. Hanya sekedar rajin membaca tiada akan membuatmu sampai.

Kau perlu menanyai dirimu, siapa Gurumu dalam masalah Fiqh? Siapa Gurumu dalam masalah Aqidah? Dst. Jika kau memilikinya maka hatimu akan menjadi tentram. Namun jika kau tiada memilikinya, maka Gurumu tiada lain adalah Setan.

Kini kita hidup pada zaman dimana seseorang semuanya memiliki ponsel. Ia menggunakannya untuk talaqqi kepada Syeikh Internet. Hal ini sama sekali tiada memberikan manfaat. Bahkan wajib bagimu untuk talaqqi kepada seorang Guru/Syeikh.

"Sanad bagian dari agama maka lihatlah dari siapa kau ambil agamamu". Agama Islam dicirikan dan berbeda dari agama yang lain dengan adanya sanad yang bersambung. Agama selain Islam, baik Yahudi maupun Nasrani sanadnya terputus.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam talaqqi Al-Qur'an dengan Malaikat Jibril. Dan Rasul lalu mentalqinkannya kepada Para Sahabat. Para Sahabat mentalqinkannya kepada generasi setelahnya, begitu seterusnya hingga hari ini.

Para Ulama Al-Azhar datang dengan ilmu dan sanadnya yang jelas. Maka sepatutnya kita mencari ilmu kepada mereka.

Al-Azhar mengumpulkan antara riwayat dan dirayat. Riwayat dari Nabi shalallahu alaihi wassalam dan Dirayat dari para Ulama sampai kepada Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.

Sebuah anugerah dari Allah bahwa seluruh ilmu dari para Ulama semuanya berpindah kepada Al-Azhar As-Syarif. Semua ilmu dalam madzhab empat akan kita dapati diajarkan disini.

As-Syeikh Muhammad Jalaluddin
Serambi Cinta Gami' Al-Azhar, 11 November 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar