Jumat, 05 Januari 2018

*RAIH MADAD DENGAN PATUH TERHADAP GURU*


Suatu saat Sayyidina Ali karromallohu wajhah yang saat itu masih muda hendak di tugaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ke Yaman. Rasulullah sendiri yang mengikatkan panji untuknya. Juga memakaikan imamah dengan tangan mulianya.

Sayyidina Ali berkata: "Aku di utus Baginda ke Yaman, Aku berkata pada beliau: "Ya Rasulallah, Engkau mengutusku untuk kaum yang lebih tua dan senior dariku. Aku masih sangat belia. Aku belum mampu untuk memutuskan sebuah hukum."

Maka beliau menaruh tangannya yang mulia di dadaku, lalu berdoa: "Ya Allah teguhkan lisannya dan beri hatinya petunjuk." Beliau pun berpesan: "Jika ada dua orang yang berseteru, jangan sekali-kali kau memutuskan sebuah hukum sampai kau mendengarkan yang lain." Ia pun berangkat dengan 300 pasukan berkuda, membagi para sahabat dan berhasil membawa pulang ghanimah yang banyak dsb.

Cerita ini memberikan pelajaran berharga dimana seorang santri dituntut untuk tunduk dan patuh terhadap titah dari Sang Guru, meski titah tersebut diluar kemampuannya. Sebab dengan berkah taat kepada Guru, madad dari-Nya akan datang menyambut.

Jika seorang santri diminta Sang Guru untuk duduk menggantikannya di majlis semisal, maka tiada jawaban yang pas melainkan kata hadlir. Sami'na wa atho'na. Tidak perlu beralasan ini dan itu. Meski tidak siap, Allah yang akan mengaturnya.

Guruku bercerita "Hal ini sudah seringkali saya buktikan, Suatu hari aku merasa sangat letih sekali, letih pada tingkat dimana mengharuskanku istirahat. Tetapi tiba-tiba Guruku menghubungiku. Ia memerintahkanku untuk Khutbah Jum'ah di sebuah Masjid. Maka saat itu tak ada jawaban lain kecuali jawaban mengiyakan. Dengan kondisi fisik yang sangat letih aku berangkat menuju Masjid yang dimaksud. Tanpa persiapan apapun. Maka tiba-tiba takmir Masjid menyampaikan permohonan maaf, sebab ada orang di desa disana yang memaksa hendak ingin berkhutbah. Maka dengan senang hati aku mempersilahkan. Aku katakan kepadanya inilah justru Madad dari Allah. Karena aku sekarang amat letih sekali. Aku kesini tiada lain hanya kepatuhan terhadap Guruku."

Yakinlah bahwa dengan tunduk dan patuh kepada Guru, Allah ta'ala akan datangkan Madad-Nya.

_Faidah Dars bersama Fadlilatu Maulana As-Syeikh Abdullah Izzudin Hafizhohulloh._

*Madyafah Al-Adawy, 17 Desember 2017*



Tidak ada komentar:

Posting Komentar