Kita perlu merenungkan, betapa Baginda dalam kurun waktu sepuluh tahun perjuangan, apakah Ia shallallahu 'alaihi wasallam pernah istirahat dan bersantai ria? Jawabannya adalah tidak. Nabi melalui sepuluh tahun itu dengan pertempuran-pertempuran dan pengiriman pasukan tanpa kenal lelah.
_Hadzaddin la yunshoru illa bitta'ab_, Agama ini tiada bisa di tolong kecuali dengan lelah dan penat. Dan kalian para Santri takkan pernah meraih ilmu kecuali dengan berlelah-lelah dan perjuangan. _Hadzal ilm la yunalu illa bitta'ab wal jihad._
Seperti kata Para Bijak, _Al Ihtiraq fil bidayah alamatul isyraq finnihayah_. Semangat menyala dikala permulaan adalah tanda terang benderang tatkala di akhir.
Seharusnya kalian yang tinggal di Mesir dalam waktu setahun sampai empat tahun disini tak mengenal yang namanya tidur, tak mengenal namanya main-main, apalagi kalian yang dari penjuru negeri yang lain.
Tahun-tahun disini adalah tahun-tahun yang semuanya harus kalian isi dengan berlelah-lelah dan berjuang sampai kalian kembali ke Negeri kalian menjadi sebenarnya orang.
Lalu _Faidza Nazdarallah ta'abana rohimana._ Ketika Allah melihat lelah kita, Allah akan turunkan Rahmat-Nya.
Derajat kemuliaan takkan pernah kita gapai kecuali dengan berlelah-lelah. Madad juga takkan kita raih kecuali dengan berlelah-lelah. Madad itu ada dan lestari di Umat ini. Tetapi terkadang kita sendiri yang memutusnya. Kita tidak perlu sibuk dengan layar ponsel dan tv, tetapi kita harus sibuk dengan berlelah-lelah lalu Allah turunkan madad-Nya.
Tak usah memikirkan rizqi. Allah ta'ala yang akan menanggung rizqi bagi Tholibul ilm dengan tertutup tanpa di duga. Hanya saja syaratnya adalah istiqamah.
_Faidah Dars bersama Maulana Syeikh Abdullah Izzuddin_
*_Ya Robbana, teguhkan langkah kami menyusuri jalan ini tuk raih Ridlo dan Nazhroh dari-Mu_*
Madyafah Syeikh Al Adawy, 10 Desember 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar