Selasa, 27 Agustus 2024

MEREKA YANG HINA DI MATA MANUSIA TAPI MULIA DI SISI ALLAH

Semua yang nampak masih dalam ketidakpastian. Seseorang yang terabaikan, tidak penting, di nilai rendah, tak punya pangkat dan jabatan, bisa jadi tinggi dan mulia dihadapan Allah. Dan sebaliknya, yang di matamu penuh kesempurnaan, orang penting, di hormati banyak orang, dunia di genggaman, bisa jadi justru hina dan rendah di sisi Allah. 

Apa gunanya mengejar kehormatan di sisi manusia, lalu di sisi Allah dihinakan. Apa gunanya pangkat dan jabatan yang mentereng lalu di akhirat di sambut murka dan siksaan. Apa gunanya Ilmu yang tinggi, pengetahuan yang luas, yang pada akhirnya semua itu menjadi sumber malapetaka sebab terhenti sebagai informasi yang tak pernah di praktekkan.

Sekian banyak masalah di hidup ini, sumbernya adalah kecintaan terhadap dunia. Mati-matian mengejar kedudukan dan karir, senggol sana senggol sini, fitnah sana-sini, menghalalkan segala cara demi mendapatkan popularitas, pengikut, status sosial, harta benda dll. Banyak orang ingin terlihat gagah di hadapan khalayak. Di hormati, di cium tangannya bolak-balik, di kawal kemana-mana. Menjadi orang penting dan nampak saleh. Ketika ditanya. Mereka akan menjawab, Saya melakukan semua ini dalam rangka berjuang di jalan Allah. Tapi kenapa jika karena Allah, mereka menghalalkan segala cara, menerjang syariat, melakukan maksiat. Itu bukan karena Allah tapi karena hawa nafsu dan setan. 
 
Kenapa banyak orang yang berusaha sedemikian rupa agar nampak saleh dan baik di depan khalayak, sampai mengorbankan agama dan prinsipnya. Kita tidak harus di kenal baik oleh banyak orang. Sebab perbuatan baik yang kita lakukan semata hanyalah untuk mengejar ridlo Allah. Bukan untuk pencitraan dan terlihat baik di mata manusia. 

Terkadang terlintas wajah-wajah polos, orang-orang yang terabaikan dan tidak terkenal. Namun punya rasa takut yang besar kepada Allah. Rutinitas  harian yang biasa, tiada yang spesial. Tidak memiliki ambisi duniawi. Hidup biasa-biasa saja tapi keimanan dan ketaqwaan terjaga. Barangkali mereka tak dikenal di bumi, tapi penduduk langit sangat mengenalnya. 

Kita berada pada zaman fitnah. Sekian banyak kegaduhan dan syubuhat yang terus dimunculkan. Semua itu tidak lain sebab bercokolnya penyakit hati didalam diri, cinta dunia dan takut mati. Kedengkian yang mengakar, gila hormat dan pujian. Banyak orang dibutakan dengan ambisi duniawi, sampai menjual agama. Lupa bahwa pada akhirnya, semuanya akan paripurna dengan kematian yang menghadang. Mati lalu mempertanggung jawabkan segala perbuatan.  

Semoga kita di lindungi dari segala fitnah yang ada. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar