Senin, 04 Desember 2017

RAIH MADAD DENGAN BERSABAR


Kita perlu belajar dari Imam Syafii. Seorang tipikal guru yang begitu sabar dalam mengajar. Suatu kali Imam Buwaithi muridnya di ajar oleh Imamuna sebuah bab. Maka selepas itu ia di tanya oleh Sang Guru : "Kau faham apa yang aku sampaikan?"

Maka ia jujur menjawab bahwa ia tidak paham. Maka Sang Guru mengulangi lagi penjelasannya. Ditanyakan lagi sama murid itu: "Sekarang kau faham?" Maka ia menjawab dengan jujur bahwa ia belum juga faham.

Hingga akhirnya Sang Guru dengan sabar mengulangi penjelasannya sampai sebanyak 40x. Ditanyakan setelah itu, dan jawabannya ternyata tetap belum faham.

Maka Buwaithi merasa malu dihadapan Sang Guru, ia berlari menuju rumahnya. Selepas ia sampai rumah, ia mendengar rumahnya di ketuk oleh seseorang. Ia pun membuka pintu.

Ternyata yang ia lihat adalah sosok Sang Guru didepannya. Sang Guru berkata: "Sekarang aku akan ulangi lagi penjelasanku."

Maka tak heran jika kemudian ia menjadi seorang Imam Besar penerus estafet Madzhab Syafi'i. Hal itu tiada lain adalah berkah kesabaran Sang Guru.

Maka menjadi Guru harus memiliki sifat penyabar. Jangan sampai mudah mendoakan jelek muridnya. Meski barangkali Si Murid tak punya sopan santun terhadapnya. Atau seringkali melakukan sesuatu yang memancing emosinya. Tetaplah mendoakan kebaikan untuk Si Murid.

Kita hidup dizaman di banyak banyak orang tua yang tak sabaran dalam mendidik anak. Hanya sebab sebuah hal yang membuat ia jengkel. Keluar kata-kata umpatan dan sumpah serapah kepada Si Anak. Sehingga hal itu menjadi doa yang diijabah oleh Allah. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi pendurhaka. Hal itu adalah akibat dari orang tua itu sendiri.

Rasulullah pernah di datangi Malaikat Penjaga gunung. Ia mengatakan pada Rasul: "Aku adalah Malaikat Penjaga Gunung, Allah telah mengutusku untukmu supaya kau memerintahkanku dengan sebuah hal. Jika kau mau aku akan timpakan kepada mereka dua gunung ini!"

Maka dengan tegas Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Bahkan Aku berharap supaya Allah mengeluarkan dari diri mereka orang-orang yang hanya menyembah Allah tiada menyekutukannya dengan sesuatupun."

La ya'ti al Madad illa ba'da thulisshobri, Madad takkan datang kecuali selepas lamanya bersabar. Rasulullah 21 tahun di dalam kesabarannya menghadapi berbagai hal menyakitkan yang dilakukan oleh kaumnya. Selepas itu turunlah madad Allah, orang-orang berbondong-bondong memeluk Islam.

اللهم صل أفضل الصلاة على أسعد مخلوقاتك سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم عدد معلوماتك و مداد كلماتك كلما ذكرك الذاكرون وغفل عن ذكره الغافلون

_Faidah Dars bersama Maulana Syeikh Abdullah Izzudin hafizhohulloh_

Mudyafah Al Adawy, 3 Desember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar